Kalau kamu melakukan perjalanan di kota-kota kecil, ada saja nilai atau kebiasaan yang dilakukan oleh penduduk sekitar yang kamu tidak akan temukan di kota besar seperti Jakarta. Sebagai penduduk Jakarta, kamu akan terheran-heran ketika kamu melihat dan mengalaminya. Apa saja hal baru yang aku temui di Purwokerto?
Sabtu, 07 Juni 2025
Sabtu, 09 Oktober 2021
Apa kabar teman-teman kali ini? Apakah teman-teman sudah mulai berani untuk bepergian, makan di tempat, atau hal-hal lain yang saat Covid sedang parah menjadi kegiatan yang tidak mungkin dilaksanakan? Rasanya laju vaksiniasi berhasil menekan tingkat penyebaran Covid dengan sukses.
Jalanan Jakarta pun kembali merayap. Tempat makan, café, bahkan tempat pariwisata mulai penuh dengan pengunjung. Denyut Jakarta kembali hidup walau tak akan sempurna seperti dulu. Aku tahu, bahwa denyut ini memakan biaya yang tidak sedikit. Banyak diantara kita, termasuk aku, kehilangan sahabat, teman, atau bahkan keluarga. Sebuah denyut yang dibayar sangat mahal.
Denyut yang
kembali hidup ini aku manfaatkan dengan memberanikan diri untuk bepergian ke
luar kota. Aku ingin mengambil jeda sejenak untuk mengkalibrasi hidupku di luar
Jakarta. Aku memilih Solo sebagai kota untuk aku beristirahat. Kota yang aku pikir
punya kecepatan hidup yang tak sekencang Jakarta, riuhnya tidak terlalu bingar,
dan keramahannya tidak aku ragukan.
Ada satu alasan
lagi yang membuat aku memilih Solo. Aku menganggap Solo ini punya kedekatan akar
budaya dan emosional dalam diriku. Almarhum ayahku sangat menyukai kota ini.
Mungkin karena ini tempat dia kuliah. Waktu aku kecil, dia seringkali mengajak
keluarga kami untuk jalan-jalan di kota ini, dan menginap di hotel yang selalu
sama. Aku juga menganggap Solo mempunyai budaya Jawa yang masih kuat. Kegelisahaanku
mengenai kehilangan akar jati diri sedikit terobati.
Berangkat dari
Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, aku menaiki pesawat ke Solo. Setelah mendarat
dan menitpkan tasku di hotel, aku menuju tujuan pertamaku, pasar buku bekas.
Kenapa pasar buku bekas? Aku berpikir buku bekas dapat menjadi jembatan antara
aku dengan ajaran kebudayaan jawa yang didominasi oleh teks bahasa kuno. Aku
menemukan beberapa buku yang mengulas syair jawa kono yang dilengkapi terjemahan
dan maknanya. Aku senang sekali dengan buku ini. Kapan-kapan aku akan
mengulasnya.
Tujuan kedua
adalah kuliner. Aku janjian dengan sahabat satu kantor asal Solo, Tyas, untuk
makan siang di tengkleng Bu Edi. Aku masih mengingat dengan jelas bahwa
tengkleng ini tutup saat aku mengunjungi Solo dua tahun lalu. Akhirnya aku bisa
merasakan masakan yang legendaris ini.
Pasar buku
bekas dan kuliner Solo memang menyenangkan, tapi kehidupan kota ini sendiri
sangat mempesona. Kamu masih bisa menemukan supir Gojek yang menyapamu dengan
sangat ramah. Menikmati wedangan di malam hari sambal mengobrol dengan hangat Bersama
penjualnya. Keheningan kota jika kamu jalan-jalan di malam hari. Tidak ada
kemacetan atau klakson tanda ketidasabaran di siang hari. Suasana ini mengkalibrasiku
tentang kewarasan dan hidup tenang.
Total aku
menghabiskan 5 hari di sana. Aku harus segera kembali ke Jakarta. Selain aku
tak mau tagihanku terus membengkak, aku takut terlalu jauh dari Jakarta. Takut
kaget ketika aku harus kembali ke Jakarta.
Terima kasih Solo
atas kenangan dan ketenangan.
Jakarta, 9
Oktober 2021.
Senin, 19 November 2018
Rabu, 24 Oktober 2018
Mulanya saya tidak ingat kapan saya mengenal acara ini. Kemungkinan dari instagram penulis-penulis sakti macam Aan Mansyur atau Dee yang hadir tahun lalu. Saya sebagai
Catatan kecil akan merekam kegiatan UWRF perharinya. Semoga menyenangkan semuanyaa….
Kamis, 05 Juli 2018
Minggu, 01 Juli 2018
Sate Kambing Pak Manto
Jalan Honggowongso No.36, Sriwedari, Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah
Buka: 07.00 - 21.00
Kisaran Harga: 100ribu untuk 2 orang
Berlanjut sore harinya saya ke tengkleng Mbak Diah. Letaknya di daerah Solo Baru. Saya ke sini untuk menggantikan tengkleng Bu Edi yang tutup. Tengkleng Mbak Diah ini juga cukup terkenal. Menurut beberapa referensi, Tengkleng Mbak Diah ini langganan presiden kedua RI, Bapak Soeharto.Warung ini juga menyediakan sate, namun kali ini saya hanya memesan tengkleng. Setelah saya rasakan, kuahnya segar, dagingnya empuk dan tidak prengus. Jika ingin ada rasa pedas, kamu bisa menggeprek cabe yang disertakan. Tengkleng bisa kamu nikmati dengan harga 30 ribu perporsi. Karena rasa kuahnya gurih dan segar namun cukup ringan, tengkleng bisa kamu nikmati untuk makan siang ataupun makan malam.
Desa Tanjunganom RT.002 / RW.001, Kwarasan, Grogol, Kwarasan, Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah
buka: 09.00 - 21.00
Kisaran Harga: 35.000 - 40.000 per orang
Penelusuran kuliner saya berlanjut ke minuman, dan saya memilih susu segar. Mungkin banyak kedai susu segar di kota Solo, tapi kali ini saya memilih kedai susu Shi Jack cabang veteran. Kedai susu ini buka di malam hari. Di kedai ini selain menyediakan susu dengan berbagai rasa, juga terdapat cemilan atau jajanan khas angkringan seperti sate usus, sate bakso, gorengan, nasi kucing, dan favorit saya, ketan bakar. Harganya masuk untuk kantong mahasiswa sekalipun. Saya memesan susu segar tanpa rasa. Dan rasanya cukup menghangatkan badan saya di malam itu.
Jalan Veteran 180, Surakarta
Buka: 16.00-23.00
Kisaran Harga : 7.000 - 15.000 per orang
Masih ada beberapa list yang saya kunjungi, namun akan saya ceritakan di part 2. Surga kuliner itu memang bernama Solo.
Senin, 11 Juni 2018
Kompleks pura ini cukup besar dan
sejuk. Lokasi pura ini bersebelahan persis dengan istana kepresidenan tampak
siring, salah satu dari enam istana kepresidenan Indonesia. Letaknya sebenarnya
cukup jauh jika dari bandara, dan cukup lama jika anda memakai motor, namun
karena saya memang santai, ya dinikmati saja. Saya sempat tersasar ke sana ke
mari karena saya hanya mengandalkan Google Maps. Kali ini, Google Maps memang
sahabat terbaik perjalanan ini.Minggu, 10 Juni 2018
Well planned traveler, seorang traveler yang sangat memperhitungkan itinerary perjalanannya. Setiap jam diperhitungkan, setiap spot dijatah berapa lama, dan setiap pergerakan ditentukan transportasinya. Dia bahkan mempersiapkan plan B jika plan A tidak terlaksana akibat sesuatu yang di luar kontrolnya, contohnya cuaca. Apakah saya pernah? Pernah. Saya pernah mempersiapkan 3 itinerary sekaligus ketika saya traveling ke Singapore. Kebetulan saya traveling dengan beberapa rekan saya, dan saya hanya orang di rombongan itu yang pernah ke Singapore. Dikarenakan tidak ingin mengecewakan rombongan, saya tidak boleh menghabiskan waktu terlalu lama untuk berpikir jika terjadi sesuatu di luar kontrol saya.
- Waktu akan benar-benar efektif. Anda tidak akan kehabisan waktu untuk bengong memikirkan Anda mau ke mana saja. Tidak ada waktu yang terbuang untuk menunggu jadwal transportasi, dan tidak ada waktu yang terbuang untuk tersesat. Anda tidak akan menghamburkan waktu sedetik pun.
- Biaya akan terkontrol. Tentu saja ketika itinerary jelas, Anda tidak akan mengeluarkan biaya tambahan atau biaya dadakan. Apalagi jika hotel sudah dipesan jauh-jauh hari, maka kemungkinan besar akan mendapatkan rate yang lebih bagus.
- Anda bisa mengunjungi banyak tempat. Karena waktu benar-benar efektif, Anda akan bisa mengunjungi banyak tempat dalam waktu yang sama jika dibandingkan dengan tanpa itinerary detail.
- 1Saya lebih mendapatkan detail tempat yang saya kunjungi. Untuk cerita di Malaysia, akhirnya saya menghabiskan dua malam di Malaka, dan semalam di Kuala Lumpur. Untuk di Makala, dengan tempat sekecil itu saya mengeksplore dua hari. Saya benar-benar mendapat detail tempatnya. Saya sudah hafal sebagian jalan di sekitar Malaka, saya hafal mural yang ada, saya tahu bagaimana mereka berinteraksi, bagaimana sifat wisatawan yang ada, saya tahu tempat makanan halal, dan sebagainya.
- Penuh kejutan. Kejutan menambah seru petualangan perjalananmu. Tersesat, nanya sana-sini, salah naik bus, menemukan tempat-tempat menarik yang jarang di bahas di internet. Dan ini kadang yang saya kejar ketika saya traveling.
- Berinteraksi dengan orang sekitar. Ketika Anda tinggal di tempat yang sama dengan waktu relative lama, Anda akan “terpaksa” berinteraksi dengan orang-orang sekitar. Ya di situlah Anda akan belajar socio culture tempat itu.
- Tidak merasa diburu. Anda tidak akan merasa diburu jadwal ketika Anda termasuk dalam golongan ini. Perjalanan akan menjadi lebih santai.
Sabtu, 02 Juni 2018
| Penjaja Makanan Sekitar Jogokaryan |
| Antri Untuk Mendapatkan Hidangan Berbuka |
| Ibu-ibu warga sekitar menyiapkan hidangan |
| Warga Menunggu Waktu Buka Puasa |
Selasa, 30 Agustus 2016
Ceritanya kami berdelapan orang berencana akan ke Jogja dalam rangka menghadiri pernikahan Bimo. Tiket sudah dibeli, dan semua sudah dipersiapkan. Kami terjadwal berangkat pada hari Jumat, jam 21.45. Pagi hari kami sudah saling mengingatkan agar tidak terlambat, dan hadiah sudah dibeli.
Dan malam tiba, dan Allah memberi berkah ke Jakarta berupa hujan deras mulai dari sore sampai malam. Bingung segera melanda karena jam 20.30 saya masih terjebak di kosan dalam keadaan ga punya payung. Okee,... ambil resiko. Ambil jaket, lari ke luar gang dan naik taksi. Sepatu nyelup, baju dan tas basah. Sampai stasiun senen Jam 21.20 Di tengah jalan, saya baru tahu bahwa Meta masih di Ciplaz. Langsung saya pesankan Uber untuk mengantarkannya ke Stasiun Senen.
Hakim yang sudah berada di senen mencetak tiket kami berdelapan. Saya berpikir bahwa Meta adalah penumpang yang paling kritis. Ternyata, Meta adalah penumpang ke 3 dari kami ber 8. Yang lain? Suma dan Moan masih di kantornya, Dicky dalam perjalanan, Fery entah di mana, dan Rudy sudah menyatakan menyerah. Pada titik-titik kritis, Dicky datang. Dia memilih untuk menunggu Fery. Saya, Hakim, dan Meta sudah masuk ke kereta. Dan sampai kereta bergerak, fix kami cuma ber 3 yang selamat.
Minggu, 31 Juli 2016
Perjalanan ini adalah perjalanan ke Singapura pada saat Lunar New Year. Perjalanan ini ditemani Niken Firdha, Petty dan Intan Hapsari




