Sabtu, 29 Agustus 2015

Membagi hidup di beberapa Horcrux

Tulisan ini disponsori oleh obrolan ringan dengan Pak Adit mengenai pilar-pilar hidup. "Jangan sampai pilar-pilar hidup kita terlalu sedikit. Resikonya adalah, ketika salah satu pilar itu bermasalah, kita akan gampang stress". Pilar di sini adalah hal-hal yang membuat kita merasa hidup dan punya arti hidup. Bisa kegiatan, benda, jabatan, atau hal-hal yang melekat di diri kita. Ada orang yang merasa hidup ketika kariernya cemerlang, atau keluarganya sejahtera, atau kegiatan sosialnya sukses dan berguna untuk orang banyak.

Ibarat Lord Voldemort yang membagi nyawanya menjadi tujuh benda yang disebut Horcrux. Dia akan hidup abadi jika tujuh benda tersebut tetap utuh. Voldemort bisa dibunuh ketika tujuh Horcrux tersebut dihancurkan.

Seperti hal tersebut. Kita bisa menitipkan "Hidup" kita di beberapa Horcrux. Tujuannya apa? Agar ketika salah satu Horcrux tersebut bermasalah, kita relatif lebih kebal terhadap stress. Setiap orang berhak membuat Horcruxnya sendiri, baik jumlah maupun jenisnya. Emm... mungkin sedikit sharing Horcrux yang saya pilih.

1. Tuhan dan agama

Ibaratnya, apapun kondisi hidupmu, kamu bisa tetap bertahan jika horcrux ini berdiri. Dekat dengan Tuhan, akan membuat hidupmu lebih tenang. Kita membutuhkan ketenangan dulu sebelum menghadapi masalah kan? Yes, sepertinya tidak ada cara yang lebih ampuh menghadapi masalah, selain mendekati solusi dari segala masalah.

Kalau jaman mahasiswa, segalau apapun, tetep adem kalau ngaji di DT dan denger Aa' bilang "Gimana Allah aja lah"....

2. Keluarga (dan calon keluarga)

Bagi perantauan, jauh dari keluarga adalah hal yang berat. Apalagi masih bujang. Seperti kamu akan menghadapi hidupmu sendiri. Dan setiap perantauan merasakan, kapan saat paling rindu keluarga? Saat sakit. (Backsound: Sudah terlalu lama sendiri....)

Saat ini saya belum berkeluarga di perantauan, jadi belum tahu rasanya keluarga jadi pilar. Yang saya tahu, kalau keluarganya bahagia, kecenderungan orang untuk korupsi jadi lebih kecil. Tapi yang benar saya rasakan adalah, ketika pulang kampung dan ketemu orang tua, saya bahagia... :)

Oh, iya. Untuk calon keluarga, lagi jauh juga. Semangat untuk thesisnya...

3. Karier

Sebagian orang merasa hidupnya berarti ketika kariernya bisa meningkat seiring berjalannya waktu. Tapi yang terpenting bukan jabatan apa yang kamu raih, namun kontribusi apa yang bisa diberikan dan seberapa bahagia kita menjalani. Beberapa pandangan tentang karier agak berubah ketika baca bukunya @ReneCC. Ya kalau merasa sudah berikan yang terbaik, bahagia dalam menjalani, dan komunikasi baik, tapi jabatanmu ga meningkat, berarti kamu tumbuh lebih cepat dibanding organisasimu. Pindah menjadi hal yang perlu dan wajar dipertimbangkan.

4. Hobi

Hobi bisa jadi jalan alternatif dalam menghindari stress. Selain nulis blog (walau ga produktif) fotografi dan traveling biasa saya pilih jadi Horcrux saya. Rasanya sangat bahagia ketika tulisan saya menang kompetisi, atau paling engga ada yang baca. Orang komentar aja udah senang, baik komentar positif maupun negatif. Paling engga dia baca tulisan saya.

5. Social Activity

Organisasi, bantu orang, atau apapun kegiatanmu bisa bermanfaat untuk orang lain bisa jadi Horcrux yang efektif. Ini adalah horcrux paling keren. Makanya saya sering iri ketika @aiisyahd posting foto-foto volunteerismnya di instagram. Buset, gw masih aja di Jakarta, dan dia udah kemana-mana bantu orang. Ya beberapa kali pelarian adalah ikut @1000_guru, sambil jalan-jalan, ngajar anak SD.

Sebaik-baiknya hidup adalah seimbang. Emmm... kalau menurut saya. Horcrux ini akan bertambah seiring jalannya waktu dan kehidupan. Yang penting tidak berhenti explore kehidupan ini. Mungkin ini sebagian dari Horcrux saya, apa Horcruxmu?