Jumat, 05 November 2010

Jangan Sampai Kita Seperti Kambing


Pernahkah Anda mengamati tingkah para kambing yang akan dijadikan hewan kurban? Ketika disatu lokasi ada beberapa kambing yang akan disembelih, ada kelakuan menarik yang bisa kita amati. Seumpama di satu lokasi ada empat buah kambing yang akan disembelih secara bergiliran. Ketika kambing pertama yang disembelih, tiga kambing kambing lainnya akan bersikap tetap santai. Dengan enaknya ketiga kambing lainnya masih sempat makan rumput. Tidak ada rasa panik sedikitpun. Tidak ada usaha untuk menyelamatkan diri. Tidak ada usaha untuk menyelamatkan kawannya. Mungkin,kalau kambing bisa tertawa,ketiga kambing lainnya mungkin masih tertawa dan bercanda. Dan kalau kambing bisa menangis, pasti kambing pertama akan menangis dengan tersedu-sedu melihat kawannya tidak berusaha menyelamatkan dirinya. Ketika kambing kedua mendapat giliran disembelih,kambing kedua ini baru berusaha menyelamatkan dirinya. Dirinya akan berteriak minta tolong. Tetapi kambing ketiga dan keempat tetap santai dan tetap makan rumput dengan nyaman. Kambing akan berteriak dan berusaha lepas dari ikatannya ketika dirinya mendapat giliran akan disembelih, tetapi dia sangat acuh ketika kawannya sesama kambing mendapat giliran disembelih duluan.

Dari kejadian diatas bisa kita ambil makna yang berharga. Jika kejadian tersebut dianalogikan ke dalam kehidupan manusia,apakah kita sama seperti kambing? Kita mirip kambing atau tidak dapat terjawab dan dibuktikan ketika saudara kita mendapat musibah dan ujian dari Allah SWT. Ujian yang dikirimkan kepada saudara kita,sebenarnya kita juga turut diuji. Yang dilihat adalah respon kita ketika saudara kita mendapat musibah. Apakah kita akan dengan tanggap berusaha memberikan bantuan kepada saudara kita itu atau kita diam saja dan tetap santai makan saperti kambing tadi. Tidak elok rasanya kawan. Memberikan bantuan merupakan salah satu kewajiban kita sebagai makhluk sosial, karena manusia sejatinya tidak dapat hidup sendirian.

Saat ini saudara kita yang ada di kawasan merapi sedang mengalami ujian dari Allah. Dari berbagai media, kita dapat menyaksikan betapa ganasnya amukan gunung merapi. Lalu apa yang bisa kita lakukan? Banyak saudaraku. Ada tiga langkah sederhana yang bisa kita akukan agar kita bisa berkontribusi kepada saudara kita.

1. Bagi yang mempunyai kemampuan,keahlian,kesempatan untuk berangkat menolong ke lokasi,sekiranya dapat berangkat langsung ke lokasi. (jangan lupa berkoordinasi dengan pihak terkait).

2. Bagi yang tidak mempunyai kemampuan,keahlian,dan kesempatan datang ke lokasi, kita dapat berkontribusi dengan cara lain. Kita dapat mengadakan penggalangan dana dan bantuan. Saya yakin di kampus masing-masing ada gerakan sosial penggalangan dana bantuan bencana. Sekiranya kita dapat menyisihkan sebagian uang kita untuk saudara kita yang ditimpa bencana.

3. Untuk kita semua,sekiranya kita dapat mendahsyatkan dan menyelipkan doa untuk mereka di setiap doa-doa kita. Doakan mereka agar dikuatan untuk menghadapi ujian ini.



Alhamdulillah ya Allah, pagi ini saya masih bisa menghirup udara segar dan menikmati pagi yang indah,

Tetapi bagaimana saudara kami yang ada di kawasan merapi? Apakah mereka dapat menghirup udara segar di tengah hujan abu dan pasir?

Alhamdulillah ya Allah, malam ini saya masih bisa tidur dengan nyenyak di kamar saya dan dapat bangun di pagi hari dengan segar,

Tapi bagaimana saudara saya yang ada di kawasan merapi yang harus tidur berdesak-desakan di barak pengungsian?

Alhamdulillah ya Allah, saya masih bisa makan dengan enak dan mendapat gizi cukup,

Tapi bagaimana dengan saudara saya yang ada di kawasan merapi yang harus mengantre begitu panjang untuk mendapatkan sebungkus nasi dengan lauk ala kadarnya?

Alhamdulillah ya Allah, saya masih bisa kuliah dan menuntut ilmu dengan tenang,

Tapi bagaimana dengan saudara saya yang ada di kawasan merapi yang harus menunda sekolah mereka karena sekolah mereka tidak bisa dipakai.

Ya Allah,Ampunilah hambamu ini karena tidak bisa membantu secara maksimal untuk membantu saudara kami. Semoga Engkau menguatkan mereka dalam menghadapi ujianMu ini,karena tidak aa yang mengenggam Gunung Merapi kecuali Engaku. Semoga esok bisa lebih baik. Amin...

Bandung,5 Oktober 2010

Ditulis di tengah mendung yang menyelimuti kampus.

Kamis, 04 November 2010

Kilas Oktober: Minggu-Minggu Deadline dan Kehidupan UTS


Ayeee…UTS selesai. Kegembiraan sedikit meletup di hati di awal bulan November. UTS selama sepuluh hari selesai sudah. Dan akhirnya saya bisa berkencan dengan Fia (nama laptop saya) untuk kembali belajar menulis. Menarik bagi saya untuk kilas balik selama bulan Oktober.

Awal Oktober

Di awal Oktober, sudah banyak agenda yang menunggu. Kepanitiaan SKI Academy memulai untuk bekerja untuk memulai program SKI Academy. Opening yang direncanakan diadakan pada tanggal 10 Oktober pun mulai dikebut persiapannya. Sayangnya, tidak seluruh panitia bekerja maksimal. Akibatnya kinerja kepanitiaan sedikit terhambat beberapa divisi masih belum merampugkan pekerjaannya. Masih sangat mentah. Padahal kami dikejar waktu untuk segera menyelesaikan karena tanggal 10 Oktober sudah semakin mendekat. Pada tanggal 8 Oktober, melalui hasil syuro panitia, kami memutuskan untuk menunda acara Opening SKI Academy. Terlau memaksakan diri kiranya jika Opening tetap diadakan pada tanggal 10 Oktober. Kami menundanya hingga tanggal 17 Oktober. Dengan harapan selama seminggu, seluruh divisi bisa merampungkan pekerjaannya masing-masing

Masih di awal Oktober, ada kabar gembira yang datang. Tanggal akhir pengumpulan proposal PKM diundur hingga tanggal 30 Oktober yang pada awalnya tanggal akhir pengumpulan proposal 3 Oktober. Tentu saja ini kabar gembira. Proposal yang kelompok saya belum rampung hingga akhir September. Masih ada waktu untuk memaksimalkan proposal PKM 2011.

Minggu Deadline

Memasuki minggu ke 2 bulan Oktober. Ahhh… ini merupakan minggu yang padat bagi saya. Di hari senin, jam 06.00, saya mendapat telepon dari SC panitia SKI Academy. Saya diminta untuk membuat proposal ke raktorat. Proposal harus diselesaikan lambat-lambatnya hari selasa (berarti saya harus menyelesaikannya dalam satu hari). Saya meminta keringanan. Akhirnya hari rabu menjadi deadline proposal SKI Academy. Padahal proposal PKM juga belum menunjukkan kemajuan yang berarti. Artinya dua proposal menumpuk dalam satu minggu untuk segera diselesaikan. Persiapan Opening SKI Academy juga harus mendapat perhatian. Pematanagan konsep acara dan segala perangkat pendukungnya juga perlu dipersiapkan. Dalam satu minggu itu juga banyak dosen yang mengadakan quiz.

Di minggu yang sama pula, amanah di kepanitiaan Infection juga harus mendapat perhatian. Persiapan acara puncak Infection harus dipersiapkan matang-matang. Deeerrr….bencana inilah yang datang ketika kita terlalu banyak menerima amanah. Berbagai pekerjaan memanggil untuk segera diselesaikan dalam range waktu yang sama. Kemampuan berpikir multi tasking sangat diperlukan dalam situasi seperti ini. Dan sialnya kemapuan seperti itu tidak saya miliki. Akibatnya kebingungan segera menyerang otak. Skala prioritas sangat sulit dibuat karena semua pekerjaan bersifat urgent.

‘Bencana’ begitu terasa di akhir minggu. Pada hari jumat,persiapan proposal PKM harus benar-benar dikebut karena dari rektorat, hari senin proposal sudah harus dikumpulkan. Pada hari Sabtu malam kembali pada syuro pemantapan Opening SKI Academy esok harinya. Tetapi proposal PKM pun belum jadi sepenuhnya. Setelah dihajar persiapan SKI Academy, malam harinya harus nglembur proposal. Itupun belum jadi ada hari itu, karena masih ada revisi untuk penyempurnaan. Hari Minggu pagi, kembali pada persiapan Opening SKI Acadey yang akan digelar pada sore harinya. Dekorasi Gedung Serba Guna harus segera dilakukan setelah acara MPAI berakhir. Ditengah-tengah persiapan, saya menerima telepon dari ketua Infection. Ketua Infection meminta panitia berkumpul untuk mempersiapkan acara puncak yang akan diadakan pada hari senin sampai rabu. Akhirnya saya meminta izin untuk tidak mengikuti persiapan Infection karena persiapan Opening SKI Academy lebih membutuhkan tenaga. Pada pukul 15.30 acara dimulai. Alhamdulillah persiapan kelar. Acara berjalan dengan sukses. Setelah beres-beres selesai pada waktu Isya’, saya harus meluncur untuk persiapan Infection. Persiapan Infection selesai pukul 22.00. Kegiatan berikutnya menyusul,penyelesaian proposal PKM dimulai.

Hari Senin pagi, acara penjurian Infection akan segera dimulai. Bolos kuliah menjadi sebuah pilihan sulit karena tidak memungkinkan untuk kuliah sedangkan persiapan Infection belum sempurna. Alhamdulillah tahap penjurian final berjalan dengan sukses. Pada Senin malam, persiapan seminar Infection yang sedianya digelar selasa pagi pun dilaksanakan. Tetapi sialnya, proposal PKM harus mendapat perhatian lebih karena deadline pengumpulan sudah tiba. Akhirnya persiapan Infection pun saya tinggalkan. Tidak enak hati memang,tetapi tidak ada pilihan yang lebih baik. Selasa pagi harus datang ke Learning Center untyuk persiapan seminar Infection. Sibuk sangat. Bolos kuliah pun kembali menjadi pilihan. Kuliah Rangkaian Listrik pun harus ditinggalkan karena seminar tidak bisa ditinggalkan begitu saja. Hari ketiga rangkaian acara Infection, hari Rabu, tergelar pada pagi hari. Pameran pemenang lomba Infection digelar di tengah gedung B. Saya pun tidak dapat berkontribusi dengan maksimal karena pada pagi harinya saya harus mengikuti quiz variabel komplek. Rasa kurang nyaman kepada ketua terasa di dalam hati. Akhirnya serangkaian acara Infection kurang lebih enam bulan selesai sudah.

Perang UTS di Akhir Oktober

Memasuki minggu terakhir di bulan Oktober, mahasiswa IT Telkom pun mulai mempersiapka diri menghadapi peperangan berhadapan dengan soal-soal UTS. Pada hari pertama UTS langsung dihajar dengan mata kuliah empat SKS, Rangkaian Listrik. Belajar di tempat teman pun jadi pilihan. Belajar di tempat teman hingga larut malam menjadi sebuah aktivitas yang wajar selama seminggu UTS. Dan akhirnya serangkaian UTS ditutup dengan ujian pengetahuan lingkungan. Untuk hasilnya,kita nantikan saja…..



Bandung, 4 November 2010

Selesai di Learning Center IT Telkom Lantai 3